TETAP WASPADA DIMANAPUN ANDA BERADA, BELAJARLAH UNTUK LEBIH PEKA DENGAN LINGKUNGAN ANDA, SEGERA LAPORKAN JIKA ADA HAL YANG MENCURIGAKAN KEPIHAK KEPOLISIAN TERDEKAT, KAMI SIAP MELAYANI ANDA

Kamis, 30 Oktober 2014

Bantuan Untuk Kelompok Usaha Bersama di Dua Kecamatan

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Sebanyak 20 kelompok usaha bersama (Kube) program pemberdayaan sosial di Kecamatan Gantung dan Kelapa Kampit akan diberikan bantuan dana sebesar Rp. 20.000.000. Dana bantuan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2014 ini rencananya akan dicairkan akhir bulan ini. Namun sebelum Kube dari kegiatan penanggulangan kemiskinan pedesaan ini menerima bantuan tersebut mereka diwajibkan mengikuti bimbingan pemantapan.

“Jadi kelompok-kelompok yang akan diberikan bantuan dana dari APBN ini kita latih pemantapan kepengurusan dulu. Jangan sampai nanti jika dana mereka dak mantap. Kita berikan pembekalan untuk manajemen usaha, kaitannya bagaimana mereka akan mengelola dana ini, apa yang harus dilakukan, bagaimana kami memonitor dengan turun ke lapangan, dan bagaimana pembentukan kelompok apakah sudah layak nerima bantuan,” terang Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsoskertrans) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Syahrial sesuai membuka Acara Bimbingan Pemantapan Kube di Ruang Pertemuan Dinsoskertran, Rabu (22/10).

Syahrial yang didampingi Kepala Bidang Transmigrasi Syahpandi menjelaskan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2013 tentang Penanganan Kemiskinan Melalui Pendekatan Wilayah, setiap kelompok terdiri dari 10-15 orang. Kelompok-kelompok yang direkomendasikan untuk menerima bantuan ini merupakan Kube pada bidang pertanian, perkebunan, peternakan, industri rumah tangga, dan kelauatan perikanan. “Allhamdulillah dari 35 kelompok yang kita ajukan, 20 kelompok sudah lulus verifikasi dari pusa. Kemungkinan mereka akan segera menerima bantuan akhir bulan ini atau awal bulan November mendatang, seusai bimbingan ini,” kata Syahrial.

Kelompok Tani Sumber Jaya asal Desa Pembaharuan Kecamatan Kelapa Kampit, melalui Ketua Kelompoknya Ari Purnama menilai pembekalan ini sangat bermanfaat. Meski Ia mengaku sudah berencana untuk membuka kebun lada baru jika mendapatkan bantuan, namun Ia menyatakan tetap akan melihat acuan yang dijabarkan dalam bimbingan terlebih dulu. “Kalau kita sih sebenarnya sudah ada rencana. Namun kita lihat acuan dari kabupaten dulu, jika sudah ada dari kabupaten mungkin itu sebagai dasar bisa menguatkan untuk kawan-kawan lain. Jangan sampai duit itu akan habis untuk dibagikan gitu-gitu. Kemungkinnan kita akan buat kebun sahang, khususnya bagi anggota kita yang tidak mempunyai modal,” ungkap Ari.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Kab. Beltim 

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Polres Beltim Tertibkan Ti Rajuk Gabungan Dinas Pertambangan, Dinas Kehutanan Dan Sat Pol PP

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Rabu 29 Oktober 2014 sekira pukul 10.00 Wib Berdasarkan surat dari Desa Batu Penyu nomor : 144/KDBP/X/2014 tanggal 16 Oktober 2014 perihal Himbauan kepada pelaku Tambang Inkonvensional (TI) Apung/Rajuk di wilayah Desa Batu Penyu dan Surat Edaran Bupati Kab. Beltim nomor : 540/708/DPE/IX/2014 tentang larangan penambangan illegal TI Apung dan penambangan di kawansan terlarang, Polres Belitung Timur melakukan razia gabungan bersama dengan Dinas Pertambangan, Dinas Kehutanan dan Sat Pol PP di Desa Batu Penyu.

Razia gabungan ini melibatkan sekitar 100 personil Polres Beltim dan Sat PolPP yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Belitung Timur Kompol Ridwan Raja Dewa, Sik atas perintah langsung dari Kapolres Belitung Timur AKBP Candra Sukma Kumara SIK, MH. Sesampainya di lokasi penambangan, Personil yang hendak melakukan penertiban TI apung/rajuk di hadang oleh massa dari para pekerja dan masyarakat setempat yang tidak sejutu akan penertiban TI apung/rajuk. Mereka menolak ditertibkannya TI apung/rajuk karena TI apung/rajuk merupakan mata pencarian mereka untuk menafkahkan keluarganya, “kalau TI apung/rajuk di tertibkan kami mau makan apa, masa kami harus maling kan tidak mungkin” ujar dari salah satu pekerja TI apung/rajuk. 

Selain untuk menafkahkan keluarga sendiri para pekerja TI apung/rajuk juga membantu masyarakat setempat yang kurang mampu dengan cara memberikan 1/10 kilogram timah yang dihasilkan oleh pekerja TI apung/rajuk. Selin itu TI apung/rajuk juga tidak merusak lingkungan, bukan seperti TI darat yang biasanya yang harus menebang pohon untuk membuka lahan. Setelah Kabag Ops Polres Beltim berkoordinasi dengan para pekerja TI apung/rajuk dan masyarakat setempat, Kabag Ops Polres Belitung Timur menyarankan para pekerja TI apung/rajuk dan masyarakat berdialog dengan Bupati Kab. Beltim. 

Setelah para pekerja TI apung/rajuk dan masyarakat mendatangi kantor Bupati Kab. Beltim dan melakukan dialog, soal kepastian penertiban perbup itu, Bupati Kab. Beltim mangaku sudah mendiskusikan dan berkonsultasi langsung dengan Kapolres Beltim, “ Saya sudahdiskusi dengan pak Kapolres , saya mau tanda tangan , tapi saya mau yakin bahwa mereka-mereka yang ada di Beltim benar-benar orang sini, sekarang saya minta stop dulu sampai saya mendapatkan data yanag akan kita cek ke desa, kalau di semua desa betul ini orangnya maka saya akan segera mengeluarkan perbupnya,”terang Basuri”.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim 

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Beltim Resmikan Fiber Optic Manggar – Tanjung Pandan

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Bupati Belitung Timur dr. Basuri Tjahaja Purnama meresmikan pengoperasian jaringan fiber optic Manggar-Tanjungpandan didampingi Direktur Network Information Technology And Solution Telkom yang diwakili  Executive General Manager (EGM) Divisi Network Broadband,  Era Kamali dan EGM Telkom Regional 1 Sumatra Teuku Muda Nanta serta dihadiri para pimpinan SKPD di lingkungan pemkab Beltim dan perusahaan terkait di Gedung Auditorium Pemda Beltim, Rabu (29/10). Bupati Beltim Basuri mengapresiasi pihak Telkom atas beroperasinya proyek pembangunan jaringan fiber optic  Manggar-Tanjungpandan sebagai bentuk upaya kerjasama di bidang teknologi informasi.

“Saya betul-betul senang dan bangga jaringan fiber optic tersambung dari Manggar sampai ke Tanjung Pandan. Adanya teknologi ini perkembangan  informasi dunia dapat lebih mudah ditembus dan dapat mempercepat sistem kerja dan untuk dunia pendidikan, seperti mimpi saya anak-anak sekolah dan seluruh masyarakat Beltim bisa berperan, menguasai teknologi,” kata Basuri dalam sambutannya. Disisi lain Basuri juga mengatakan bahwa melalui sistem ini Pulau Belitung dapat lebih terkenal pariwisatanya. “Adanya teknologi ini akan mempercepat laju pariwisata di Belitung khususnya Belitung Timur karena semua potensi wisata dapat lebih mudah diakses ke seluruh dunia,” ungkap Basuri.

Selain itu, tutur Basuri, teknologi ini dapat menjadikan Belitung Timur bersih transparan dan profesional. “Adanya teknologi  yang berjalan di pemerintahan dengan menggunakan sistem ini dapat lebih mempercepat sistem pelayanan untuk masyarakat dan menjadikan Beltim bersih transparan dan profesional. Kemudian infrastruktur di Beltim dapat lebih baik sehingga Belitong lebih siap untuk menghadapi kompetisi,” ungkap Basuri. Sementara itu, Direktur Network Information Technology And Solution Telkom yang diwakili  Era Kamali mengatakan  Proyek fiber optic ini merupakan bagian pengembangan  infrastruktur IDN (Indonesia Digital Network) yang lengkap untuk menjadikan berbagai kawasan di tanah air terintegrasi. Project ini juga menjadi bagian dari rencana pembangunan MP3EI serta mendorong pengembangan kawasan maritim di Sumatera.

Dijelaskannya, kehadiran backbone fiber optic selain mengintegrasikan sistem jaringan nasional Telkom juga mendorong Manggar memiliki infrastruktur ICT yang mumpuni. Kedepan, sebagai kabupaten baru di Provinsi Bangka Belitung, Kota Manggar dapat diharapkan menjadi kota dengan infrastruktur ICT modern seperti kota maju lainnya di tanah air. Teuku Muda Nanta selaku Executive General Manager (EGM) Telkom Regional I Sumatera menjelaskan, proyek ID Ring atau Regional Metro Junction (RMJ) ini berupa penggelaran Fiber Optik kapasitas 48 core sepanjang 93 Km dari STO Tanjung Pandan ke STO Manggar. Beroperasinya link RMJ Fiber Optik Tanjung Pandan – Manggar  akan memperluas jangkauan layanan dengan menghidupkan 8  node B Telkomsel, 3 titik wifi untuk Telkomsel,  4 MSAN dan 6 titik Wifi Corner di Area Mangar serta  membuka peluang bagi TelkomGroup memberikan layanan broadband melebihi ekspektasi masyarakat berupa layanan 3G Mobile Broadband TELKOMSEL, High Speed Data, Voice,  dan UseeTV.

Kehadiran IDN bagi TelkomGroup merupakan terobosan menuju modernisasi infrastruktur efektif dan efisien dari sebelumnya menggunakan radio dengan kapasitas bandwidth yang sangat terbatas  1 STM-1 yang membutuhkan resource dan daya listrik yang tersebar pada 7 lokasi hop. Teuku Muda Nanta juga mengungkapkan modernisasi infrastruktur ini akan menghadirkan akses internet dengan kecepatan tinggi. Banyak interaksi dan kebutuhan informasi yang mengharuskan sebuah kota memiliki akses internet yang stabil dengan kecepatan yang memadai. “Saat ini  Telkom sudah menabur titik-titik Hotspot Indonesia Wifi di berbagai kota di sepanjang pulau Sumatera,” jelas Teuku Muda Nanta. Peresmian pengoperasian jaringan fiber optic di Manggar ini ditandai dengan penyerahan dana CSR ( Corporate Sosial Responsibility) senilai Rp 49 juta untuk  penyediaan pembangunan taman digital kota Manggar.
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Selasa, 28 Oktober 2014

Batan Sosialiasiasi Nuklir di Kabupaten Beltim

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar sosialisasi ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Kepala BATAN Prof.Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto secara resmi membuka sosialisasi yang berlangsung di Auditorium Zahari MZ, Jum’at (17/10).

Sosialisasi dihadiri oleh Bupati Beltim Basuri T Purnama, Deputi BATAN Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Dr. Anhar Riza Antariksawan, Deputi BATAN Bidang Teknologi Energi Nuklir Dr. Taswanda Taryo, Forkominda Kabupaten Beltim, Pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Beltim, Tim Dharmawanita Persatuan BATAN dan Kabupaten Beltim, serta perwakilan pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Beltim.

Sosialisasi yang bertemakan Pemanfaatan Radiasi dan Aplikasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir di Bidang Non Energi ini diisi dengan dua presentasi. Pertama, presentasi mengenai Pengetahuan Radiasi dan Manfaatnya yang disampaikan oleh Dr. Geni Rina Sunaryo, dan presentasi yang kedua, berjudul Aplikasi Ilmu Pengetahuan Tekhnologi Nuklir Non Energi oleh Dr. Boky Jeanne Tuasikal. Bupati Beltim menyambut baik sosialisasi yang dilakukan BATAN. Ia menekankan bahwa masyarakat butuh sosialisasi dan dengan adanya transparansi oleh BATAN, masyarakat diharapkan dapat mengerti teknologi nuklir yang harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat dan kebaikan masyarakat.

“Kita sudah habiskan 720 milyar untuk biaya BBM energi listrik dari solar, tapi hasilnya listrik kita masih byar-pet. BATAN ini kan sudah pengalaman, kenapa tidak kita pakai dan manfaaatkan tehknologi mereka. Saya usulkan ke mereka, ayo bikin PLTN di Beltim 100 megawatt aja kita sudah bisa penuhi kebutuhan energi,” kata Basuri. Kepala BATAN menyatakan sosialisasi dilakukan lebih untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang ilmu dan teknologi nuklir. Disinggung mengenai pembangunan PLTN di Kabupaten Beltim, BATAN menyatakan baru Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Barat yang sudah dilakukan uji dampaknya, namun tidak menutup kemungkinan di Kabupaten Beltim tergantung dukungan masyarakat.

“Kalau untuk PLTN secara komersial kita kan sudah melakukan kajian dampak PLTN di Bangka Barat dan Selatan. Hasilnya sudah kita serahkan kepada pemerintah pusat apakah akan kita bangun atau tidak? Tetapi kalau kita mendengar dari ESDM (Kementerian Energi Sumberdaya Mineral) kan mereka mengatakan kita dalam jangka waktu 10 tahun lagi akan mengalami krisis energi. Jadi hal itu mulai dipertimbangkan dari kementrian untuk mendirikan PLTN. Apakah itu akan direaliasi atau tidak, tunggu keputusan presiden,” terang Djarot.

Djarot menambahkan ke depannya BATAN berencana membangun pusat penelitian di Kabupaten Beltim. Ia juga menyatakan selain pemanfaatan tanah jarang, BATAN juga akan membantu Kabupaten Beltim dalam pemanfaatan tekhnologi nuklis dalam bidang pertanian dan kesehatan serta memberikan beasiswa bagi putra-putri Kabupaten Beltim. “Masalah kantor penelitian BATAN di Kabupaten Beltim itu masih jadi bagian dari komunikasi kita dengan pemerintah daerah dalam hal ini bupati. Yang jelas di Kabupaten Beltim kita kan terus lakukan pengembangan tanah jarang, juga pengembangan nuklir untuk pertanian dan kesehatan termasuk untuk energi. Misalnya potensi untuk pasir monasit antara tanah jarang uranium, kita siap bantu kan sudah MOU,” tutup Djarot.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Kab. Beltim 

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Polres Beltim Melaksanakan Apel Konsolidasi Berakhirnya OMB 2014

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Jum’at 24 Oktober 2014 sekira pukul 07.00 Wib Polres Belitung Timur melaksanakan apel konsolidasi berakhirnya OMB 2014 berdasarkan surat telegram nomor : STR/931/X/2014 tanggal 24 Oktober 2014 tentang pelaksanaan Apel Konsolidasi Pasca pelaksanaan Operasi Mantap Brata Menumbing-2014 di halaman mako Polres Belitung Timur. Kapolres Beltim Candra Sukma Kumara, SIK. MH yang bertindak sebagai Inpektur upacra membacakan amat dri Kapolri Jendral Polisi Drs. Sutarman dan Kasat Binmas bertindak sebagai Perwira upacara.

Apel Konsolidasi yang dilaksankan secara serentak di seluruh Polda dan kesatuan kewilayahan merupakan bagian dari proses manajerial yang penting untuk dilakukan dalam rangka mengevaluasi seruluh kegiatan sekaligus menutup rangkaian pemngamanan Pemilu yang di laksankan selama 224 hari dalam Operasi Mantap Brata 2014. Perhelatan akbar pesta demokrasi seluruh rakyat Indonesia dalam agenda nasional 5 tahunan berupa penyelenggaraan Pemilu 2014 berakhir dengan sukses dan lancar. Kita patut berbangga, melalui sepenggal perjalanankehidupan berdemokrasi ini, telah ditunjukkan kepada seluruh dunia, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, santun dan beradab, dengan kematangan dan kedewasaan dalam menerapkan prinsip-prinsip demokrasi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada implementasinya, kita juga telah memberikan pembelajaran kepada dunia Internasional bagaimana berdemokrasi dengan baik, serta menunjukkan bahwa kemajemukkan yang kita miliki merupakan modal utama yang dapat dikelola dengan baik, sehingga mampu bertransformasi menjadi kekuatan luar biasa, untuk bersama-sama bergerak maju menuju kejayaan bangsa dan Negara. Dunia pun akan mengingat moment keberhasilan yang telah kita persembahkan untuk bangsa dan Negara dalam bangsa ini menuja menjaga dan mengawal seluruh proses Pemilu 2014, sekaligus menghantarkan kehidupan demokrasi yang paripurna. atas nama pribadi serta selaku pimpinan Polri, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap personil di seluruh jajaran beserta instansi terkait, yang telah bersama-sama bekerja keras dengan penuh keikhlasa, disertai semangat yang tidak kenal menyerah, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika situasi di lapangan, namun mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, guna menjamin terlaksananya Pemilu yang aman, tertib, berkualitas dan demokratis.

Pelaksanaan Operaso mantap Brata 2014 telah bejalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan, baik pada Pemilu Legislatif maiupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, meskipun masih terdapat beberapa permasalahan dalam pelaksanaannya, seperti pemungutan suara ulang di 936 TPS pada Pemilu Legislatif serta di 54 TPS pada Pemilu Presiden dan wakil presiden, namun situasi dan kondisi tersebut dapat sama-sama kita atasi dengan baik, sehingga tidak mengganggu berlangsungnya proses dan tahapan Pemilu secara keseluruhan. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi tindak pidana Pemilu 2014 mengalami penurunan yang sangat signifikan, untuk tindak pidana pemilu Legislatif mengalami penurunan sebesar 46,9 % dari 682 kasus pada Pemilu 2009 menjadi 362 kasus pada Pemilu 2014, dan tindak pidana Pemilu Presiden dan Wakil Presiden mengalami penurunan sebesar 58,8 % dari 51 kasus pada Pemilu 2009 menjadi 21 kasus pada Pemilu 2014.

Dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu 2014, telah terjadi peristiwa yang menyisakan luka mendalam bagi institusi, yaitu gugurnya 16 personil Polri pada saat bertugas, meraka yang gugur merupakan Bhayangkara sejati yang rela berkorban jiwa dan raga demi melaksankan tugas negar. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menyampaikan penghargaan dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, dengan iringan doa, semoga seluruh pengabdian yang telah di berikan selamaberdinas di kepolosoan menjadi amal ibadah dihadapan Allah SWT.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim 

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Warga Pulau Sekunyit Minta Tambah Stok Solar dan Air Bersih

POLRES BELITUNG TIMUR. Gantung – Pulau Sekunyit, Bupati Belitung Timur (Beltim) Basuri T. Purnama beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Beltim mengunjungi Pulau Sekunyit Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (25 /10). Kedatangan rombongan Pemkab Beltim ke Pulau Sekunyit yang hanya dihuni 60-an kepala keluarga tersebut, tampaknya sudah ditunggu-tunggu oleh warga. Setidaknya hal itu yang terlihat dari antusiasme warga dan anak-anak sekolah yang sudah berkumpul dan menunggu Bupati dan rombongan di dermaga. Dengan menempati sebuah sekolah, bupati berdialog dan mendengarkan permasalahan yang dihadapi warga. Dalam  acara dialog audensi Bupati dengan masyarakat di Pulau Sekunyit, warga mempunyai berbagai permintaan kepada Bupati Beltim agar difasilitasi berbagai sarana prasarana yang dibutuhkan warga pulau sekunyit yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, seperti, meminta dibuatkan jembatan atau dermaga nelayan, meminta dibangun tanggul penahan abrasi, meminta Pemkab Beltim menyediakan listrik dan air bersih, bantuan alat tangkap dan lain-lain. 

Mengawali dialog warga, bupati menyampaikan sejumlah program pembangunan yang telah dan akan dilaksananakan di Kabupaten Beltim. "Kita sudah mempunyai program jangka panjang dan jangka pendek. Program tersebut untuk kemajuan daerah kita dan untuk kesejahteraan masyarakat Beltim. Tentunya apa yang dibutuhkan warga akan menjadi prioritas perhatian kami," kata Basuri. Usai menyampaikan berbagai program, Basuri memberikan kesempatan warga untuk menyampaikan aspirasinya.Kami sangat berterima kasih, bupati mau dengar langsung masalah kami. Permasalahan sekarang, kami meminta agar jatah solar untuk melaut dapat ditambah. Kami mengalami kesulitan melaut karena stok solar terbatas,” kata salah seorang warga saat dialog tersebut. Menjawab hal tersebut Basuri meminta dinas terkait untuk mendata semua kebutuhan solar dan persediaan solar. Usulan lain yang disampaikan warga yakni ketersediaan air bersih dan listrik serta usulan dibuatkan satu lagi jembatan atau dermaga. Kami minta mesin instalasi penyulingan air yang sudah dibuat dapat segera difungsikan. Kami disini sulit mendapatkan air bersih.  Sekarang ini kami hanya mengandalkan tampungan air hujan dan membeli ke pulau lain dengan harga Rp 5.000/jerigen. Selain itu pak, tolong dibuatkan talud penahan gelombang,” ungkap warga yang enggan menyebutkan namanya.

Menjawab berbagai usulan dan permohonan warga, Basuri memastikan semuanya akan ditampung dan ditanggapi dengan sungguh-sungguh. “Persoalan solar, jembatan, talud, dan air bersih akan menjadi perhatian untuk pembangunan Kabupaten Belitung Timur,” ujar Basuri. Selain itu salah seorang warga juga sempat meminta handy talky (HT) atau Handphone kepada Bupati. “Pak, kami minta HP atau HT untuk mempermudah komunikasi kami dengan keluarga yang ada didarat, apalagi kami sering berhari-hari berada dilaut,” kata warga. “Saya bisa saja memberikan itu, namun perlu bapak-bapak pikirkan, kalau setiap hari anda merokok 2 bungkus dengan total 20 ribu rupiah perhari, kalau dikalikan sebulan bahkan setahun, logikanya bapak-bapak pasti mampu membeli HP,” jawab Basuri yang langsung direspon tepuk tangan dari ibu-ibu.

Dalam acara dialog audensi tersebut, Basuri memberikan sembako kepada tiap kepala keluarga dan memberikan sejumlah bantuan buku untuk warga di Pulau Sekunyit. Usai melakukan dialog, Bupati dan rombongan langsung berkumpul dengan warga dan menyanyi berjoget bersama warga pulau sekunyit. Kebersamaan Bupati dengan warga disambut senang sejumlah warga. “Kami senang kedatangan Bupati ke pulau ini, kalau bisa sebulan sekali datang dan menghibur kami,” tutur Sari (40). Polres Beltim dalam hal ini Sat Pol Air turut mengawal rombongan sekaligus melaksanakan pengamanan dalam rangka kunjungan dialog Pemda Kab.Beltim dengan masyarakat Pulau Sekunyit, Sat Pol Air yang dipimpin oleh Kasat Pol Air AKP Yanto dengan tiga orang personil Pol Air
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Walikota & Pemuka Agama Dari Philipina Kunjungi Warung Kopi Beltim

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) dalam melaksanakan program keluarga berencana (KB), khususnya KB pria ternyata terdengar sampai ke negara tetangga, Philipina. Negara berjuluk Negeri Lumbung Padi ini sampai mengirimkan utusannya untuk datang langsung melihat dan bertukar informasi mengenai bagaimana peranan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pemuka agama membantu program KB khususnya metode penyebaran informasi KB di warung-warung kopi. Jum’at (23/10) kemarin, Pemkab Beltim menerima kunjungan rombongan pemerintah dan para pemuka agama dari Philipina.

Rombongan yang diketuai Deputy Director Commission on Population (PopCom) Philippinies (Wakil Pimpinan Komisi Kependudukan Philipina) Rosalinda D Marcelino ini berjumlah 11 orang. Rombongan ini terdiri dari, Walikota Damulog Provinsi Bukidnon Romeo P. Tiongco, Walikota Upi Provinsi Maguidanao Ramon A. Piang Sr., Pimpinan Wilayah IX Komisi Kependudukan Reynaldo O. Wong, Pimpinan Eksekutif Ototritas Pembangunan Bangsamoro Mohammed S. Yacob, Pemuka Agama Islam Kota Ramain Provinsi Maguidanao Ansano Casim, Pimpinan Majelis Darul Ifta Philipina Tato Usman, pejabat Departemen Kesehatan, dua staf dari PopCom serta didampingi oleh dua konsultan dan penasehat UNFPA (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi masalah kependudukan dan kesamaan harkat dan martabat) di Philipina.

Saat tiba di Kabupaten Beltim, rombongan langsung menuju ke Warung Kopi Millenium di Pusat Kota Manggar. Di tempat (warung kopi)  yang dicanangkan sebagai pusat informasi dan sosialisasi KB pria ini rombongan disambut dengan hangat oleh Sekretaris Daerah Talafuddin, Forkominda Kabupaten Beltim, Pimpinan satuan kerja Pemkab Beltim, anggota Kelompok KB Pria Perkasa, dan para akseptor KB. Acara yang berlangsung santai ini diawali dengan selayang pandang Kabupaten Beltim oleh Sekda Beltim. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan rombongan dari ketua rombongan Philipina, presentasi Program KB Kabupaten Beltim oleh, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah Liatim, Presentasi tentang program kesehatan oleh Kepala Dinas Kesehatan Wirahadi Kusuma dan pemaparan program KB pria oleh motivator Ismail. Acara ditutup dengan diskusi tanya jawab dari rombongan Philipina.

Dalam sambutannya, Rosalinda D Marcelino mengungkapkan tujuan kedatangan rombongannya adalah untuk belajar bertukar informasi dan mengetahui secara langsung bagaimana kiat Pemkab dan masyarakat Beltim dalam peranannya mensuskseskan gerakan KB. Meski sudah lama merdeka dan menerapkan sistem desentralisasi pemerintahan, namun program KB di Philipina tidak sesukses yang ada di Indonesia. Diakuinya banyak pertentangan dan resistensi oleh masyarakat Philipina khususnya dari para pemuka agama, terkait program KB pria. “We want to know how far the role from the local government, parlemen, religius leader, and the opinion leader to persuade the society so that they would like joining the birth control program essecialy vasektomi. (Kita ingin mengetahui sejauh mana peran pemerintah, parlemen (DPRD), pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk mempersuasi agar masyarakat khususnya kalangan pria agar mau ikut ber-KB khususnya Vasektomi), jelas Rosalinda.

Rosalinda menambahkan Pemerintah Philipina dan Indonesia memang sejak tahun 2012 yang lalu sudah menandatangani nota kesepahaman mengenai pertukaran informasi dan kegiatan untuk menunjang keberhasilan program KB. Bahkan dari BKKN telah mengirimkan tim konsultan yang ditempatkan di Negara berbahasa nasional Tagalog ini untuk membantu percepatan program KB di sana. Seusai mendapatkan informasi di warung kopi, rombongan meninjau UPPKS di Desa Baru Kecamatan Manggar. Rombongan juga melihat pelayanan kesehatan yang ada di Puskemas Mengkubang Kecamatan Damar. Sebelum mengunjungi Kabupaten Beltim, rombongan yang sudah tiba di Indonesia sejak 20 Oktober ini sebelumnya singgah ke Jakarta dan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat untuk melihat program KB di sana. Setelah itu rombongan menuju ke Kabupaten Belitung. Rencananya rombongan akan kembali ke Philina pada 26 Oktober mendatang.
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Beltim
Read more»»  

Polres Beltim Berikan Siraman Rohani Tahanan Melalui Pembacaan Taklim

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Jumat 24 Oktober 2014, sekira pukul 08.30 Wib, personil Polres Beltim yang dimpimpin oleh Bripka Joni Mulyono, yang didampingi oleh Bripda Rizal Kurniawan dan Bripda Robi Hermawan memberikan siraman rohani kepada para tahanan yang saat ini sedang menjalani hukuman dan pemeriksaan lanjut atas tindak criminal yang pernah dilakukannya. Orang yang menjalani hukuman atas tindak pidana bukan berarti mereka tidak bisa berubah menjadi lebih baik ketika selesai menjalani hukumannya, justru kita harus memberikan bimbingan dan dukungan agar mereka bisa menerima hukuman atas perbuatan yang dilakukannya. Mereka dihukum karena sudah merugikan orang lain, mengambil hak orang lain yang bukan miliknya dan meresahkan orang lain atas hasil perbuatannya. 

Dengan kata lain yang perlu diperbaiki adalah prilaku, tingkah laku sehari-hari yang terangkum dalam kemasan ahlaq seseorang. Untuk memberikan dukungan, nasehat, semangat kepada tahanan, maka Polres Beltim memberikan siraman rohani dengan membacakan “Taklim kepada Tahanan”. Polisi bukan hanya memproses tindak pidana yang dilakukan mereka untuk menentukan hukuman sesuai dengan pasal perbuatannya dengan disertai barang bukti dan saksi. Mereka melakukan suatu tindak pidana bukan berarti hal tersebut sudah menjadi perlakuan kehidupan mereka, bisa jadi mereka melakukan hal tersebut karena keterpaksaan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka yang mendesak.

Orang-orang yang sudah menjalani hukuman dan kembali ke kehidupan normal (tengah-tengah masyarakat) jangan dikucilkan atau dihindari, tentu jika hal tersebut terjadi dengan mereka akan menciutkan mental dan akan berpengaruh kepada psikologi  kehidupan mereka, cukup sudah mereka menahan malu atas perbuatan mereka yang tertangkap oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita semua untuk lebih memperhatikan dan mencari solusi untuk saling membantu, bukan malah mengucilkan mereka yang dapat membuat mereka mengulangi kembali perbuatan yang tidak terpuji.

Dalam hal ini, Polres Beltim mencoba untuk mengingatkan mereka kembali akan pentingnya hidup dalam suasana agama, kembali kepada syariat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, karena dengan menjalankan agama dengan baik, hal tersebut lah yang akan menjadi tolak ukur dan acuan untuk kehidupan sehari-hari, sehingga ketika seseorang akan melakukan perbuatan yang tidak terpuji, hal tersebut akan bertolak belakang dengan aturan dan tuntunan agama. Terkait hal tersebut, kita selaku umat beragama, justru harus turut saling memperhatikan antar sesama, siapa saudara-saudara kita yang sedang dalam kesusahan. Akan lebih baik jika kita semua saling membuka diri untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan atau saat itu sedang dalam kesulitan. 
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Jumat, 24 Oktober 2014

Gubernur Babel Ungkapkan Kekecewaan

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, - Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) H Rustam Effendi mengaku kecewa saat mendapati undangan yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Alat Berat/Besar mayoritas hanya diwakili oleh pekerja bukan pemilik alat atau pimpinan perusahaan (pengusaha). Kekecewaan ini didasari karena banyaknya pengusaha ‘nakal’ yang tidak mau membayar pajak alat berat, padahal alat berat yang mereka miliki sudah beroperasi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

“Seharusnya ketika dia (pengusaha) berusaha di daerah, sebaiknya dia juga mendukung pemerintah daerah. Artinya acara ini kan dihadiri dan dibuka oleh gubernur masa’ diwakilkan dengan orang-orang yang tidak punya kapasitas untuk mengambil keputusan. Nah nanti jika disampaikan kepada dia yang tidak pada kompetensinya itu kan jadi terjemahannya lain. Maka itu saya rasanya kecewa dengan para pelaku usaha yang izinnya tidak begitu dipersulit dan diberikan kemudahan dari birokrasi, tapi dia tidak memberikan timbal balik secara sempurna,” ungkap Rustam seusai membuka kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Hotel Guest Manggar, Kamis (23/10).

Orang Nomor Satu di Provinsi Babel ini menekankan bahwa pajak sangat penting untuk pembangunan negara. Rustam beranggapan negara yang maju itu adalah negara yang tingkat kesadaran warganya dalam membayar pajak cukup tinggi. Oleh sebab itu Ia menghimbau agar para pendomplang pajak untuk segera melunasi kewajibannya. “Uang pajak itu kegunaannya sebetulnya untuk kesejahteraan dan kemaslahatan umat. Karena 30 persen dari hasil pajak itu dikembalikan ke daerah. Makanya saya berharap mereka akan melunasi pajaknya. Saya himbau kepada wakil mereka yang hadir untuk menyampaikan ke bosnya agar memenuhi kewajibannya. Jangan sampai nanti pemerintah menggunakan kekekuasaannya untuk menagih utang mereka,” tegas Rustam.
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Kab. Beltim 

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Pengusaha Alat Berat ‘Nakal’ Dilaporkan Ke Kejaksaan

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, – Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) H. Rustam Effendi membuka Kegiatan Sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Alat Berat/Besar di Hotel Guest Manggar, Kamis (23/10). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Asset Daerah (DPPKAD) Provinsi Babel ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Talafuddin, Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Beltim Iptu Rizky Adi Saputra, perwakilan Kejaksaan Negeri Manggar, para pengusaha alat berat, Pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta pemerintah daerah yang memiliki alat berat.

Kepala Samsat Unit Pelaksana Teknis (UPT) DPPKAD Provinsi Babel Nurdiansyah menjelaskan acara ini bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada wajib pajak mengenai peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemungutan PKB dab BBNKB atas alat berat. Hal ini mengingat di Kabupaten Beltim masih ada beberapa wajib pajak khususnya dari pemilik alat berat yang enggan membayar pajak alat yang dimilikinya. Pria yang akrab dipanggil Anca ini mengungkapkan dari total 175 unit alat berat yang sudah terdaftar di Kabupaten Beltim, baru 118 unit yang dibayarkan oleh pengusaha. Sedangkan 57 unit lainnya sampai saat ini hanya sebatas mendaftarkan dan belum membayar pajak. Pokoknya sampai sekarang baru tercatat 118 unit yang sudah bayar. 57 unit yang sudah mendaftar tapi belum bayar. Totalnya yang sudah mendaftar ada 175 unit alat berat. Tahun 2014 dari Januari sampai Oktober ini, daerah memperoleh penghasilan pajak alat besar mencapai 238 juta,” kata Anca.

Untuk menangani masalah penunggakan pajak daerah ini, tambah Anca, DPPKAD Provinsi Babel sudah menandatangani MOU dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel untuk melakukan penagihan. Proses ini akan ditempuh jika para pengusaha pendomplang pajak tidak ada niat membayar pajak. “Kita sudah kerjasama dengan kejaksaan, penunggak-penunggak yang belum bayar pajak sudah mendaftar akan kita laporkan dengan kejaksaan. Sekarang sudah dimulai, sementara ini untuk penerapannya di UPT-nya, pengusaha-pengusaha ‘nakal’ yang tidak mau membayar pajak dilaporkan ke kejaksaan negeri (Kejari). Nanti Kejari yang menandaklanjuti, dengan memanggil perusahaan tersebut, kenapa sebab tidak mau bayar, kendala apa jadi tidak bayar dll. Setelah pengusaha ada niat mau bayar, baru pihak UPT ke sana,” terang Anca. Pendapatan sektor pajak daerah dari PKB dan BBNKB cukup besar. Pertahunnya, pajak PKB yang harus dibayarkan untuk satu unit alat besar bisa mencapai Rp. 3.000.000. Sedangkan untuk BBNKB yang dibayarkan pada saat pertama kali mendaftar mencapai belasan juta rupiah.
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Kab. Beltim 


Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  
SAIL WAKATOBI BELITONG 2011, KABUPATEN BELITUNG TIMUR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA-BELITUNG