TETAP WASPADA DIMANAPUN ANDA BERADA, BELAJARLAH UNTUK LEBIH PEKA DENGAN LINGKUNGAN ANDA, SEGERA LAPORKAN JIKA ADA HAL YANG MENCURIGAKAN KEPIHAK KEPOLISIAN TERDEKAT, KAMI SIAP MELAYANI ANDA

Jumat, 27 Februari 2015

Tatap Muka Kapolres Beltim Dengan Ormas, OKP dan LSM Se-Kab. Beltim

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Selasa tanggal 24 Februari 2015 sekira pukul 09.30 Wib, Kapolres Beltim melaksanakan kegiatan silatuhrahmi, tatap muka dan dialogis dengan Ormas, OKP dan LSM se-Kab. Beltim, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Beltim AKBP Nugrah Trihadi, SIK yang didampingi oleh Wakapolres Beltim Kompol Dadang Kurniawan. W, SIK dan para Perwira Polres Beltim yang dilaksankan di Tiara Futsal (Warkop Etto) Desa Baru Kec. Manggar. Adapun peserta dalam giat tersebut diikuti oleh 102 orang dari berbagai Ormas, OKP dan LSM se-Kab. Beltim. Pada kegiatan tersebut diawali dengan kata sambutan oleh Kapolres Beltim yang menjelaskan situasi kamtibmas yang terjadi secara umum di wilayah Polres Beltim pada tahun, 2013, 2015 dan awal tahun 2015 baik tindak pidana curat, curas, curanmor dan laka lantas serta pelanggaran lalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Beltim juga mengajak dan berharap kepada tokoh masyarakat maupun generasi pemuda agar bisa menjadi tauladan, partner Polri dan menjaga stabilitas kamtibmas serta membantu memberikan info, mengawasi kinerja, memberikan koreksi yang produktif terhadap pelaksanaan tugas kerja anggota kepolisian khususnya Polres Beltim. Kapolres Beltim juga menjelaskan Polri akan kuat apabila menjalin sinergitas yang baik dengan seluruh masyarakat yang terorganisir maupun tidak terorganisir. Barkaitan dengan tahun 2015 dalah tahun politik, Kapolres menjelaskan hak politik sebagai warga Negara dan sebagai organisasi harus bisa menjadi penjaga demokrasi serta menjadi penyelesai maslah. Kapolres Beltim juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pesrta yang hadir dan juga mohon maaf atas keterbatasan fasilitas yang diberikan pada acara tersebut.

Dalam kegiatan tersebut berlangsung sesi tanya jawab Kapolres dengan para peserta, sebanyak 7 pertanyaan yang diajukan oleh para peserta dan di jaba baik oleh Kapolres Beltim. adapun pertanyaan yang diajukan oleh peserta, mengenai permasalahan tambang yang dilakukan oleh masyarakat di lokasi WPR, APL dan wilayah IUP perusahaan (Yodi dari LSM Astrada), informasi tentang adanya penangkapan ikan menggunakan pemanah di laut (Mirza dari nelayan Desa Baru), menyikapi penyakit masyarakat yang terjadi di lingkungan masyarakat seperti peredaran miras, komik, aibon dan kepedulian masyarakat terhadap generasi muda masih rendah (Burhanudin dari KNIP/PPM), permasalahan galian tambang dan reklamasi yang tidak jelas dan pilkadabila terjadi money politic (arif alfitrah dari remaja masjid), segala persoalan mengenai izin tambang sudah ada kebijakan dari pemda (Baharan dari LSM Clean Government), menanyakan arti tilang diberikan kepada pelangggar tentang surat warna merah dan biru pada surat tilang (Usep dari LSM Korak) dan pengusaha yang hanya mencari keuntungan, agar Polres Beltim bisa mengecek kepala teknik tambang( Ucok dari LSM peduli lingkungan hidup).Sebagai penutup acara kegiatan tatap muka ini Kapolres mengucapkan terima kasih dan berharap silatuhrami bisa terjalin dengan baik dan bersinergi sehingga bisa bekerja sama Antara Polres Beltim dengan Ormas, OKP dan LSM se-Kab. Beltim dalam memelihara Kamtibmas di wilayah Kab. Beltim serta terwujudnya rasa aman terhadap masyarakat.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim 

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Kamis, 26 Februari 2015

Anton Medan Lantik Ketua PITI Beltim

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Ketua Umum Pusat atau Imam Besar Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) KH Ustadz Ramdhan Effendi atau yang dikenal dengan Anton Medan menghadiri pembentukan PITI Belitung Timur (Beltim), Selasa (24/2) di Ruang Auditorium Zahari MZ, Komplek Perkantoran Pemerintah Terpadu Manggarawan. Mantan penghuni Lembaga Permasyrakatan Nusakambangan ini menyatakan bahwa sebenarnya PITI sudah ada sejak puluhan tahun. Diceritakan Anton bahwa sebenarnya PITI adalah organisasi yang sudah tua dan sudah ada kepengurusannya hampir di seluruh provinsi di Indonesia. ‘’PITI ini berawal dari Persatuan Muslim Indonesia (PMI) di Bengkulu tahun 1953 lalu dan Persatuan Islam Tionghoa (PIT) di Sumatera Utara. Jadi pada 14 April 1961 dilebur menjadi satu menjadi PITI,’’ kata Anton. PITI sebagai organisasi dakwah sosial keagamaan yang berskala nasional yang berfungsi sebagai tempat singgah, tempat sillahturrahim untuk belajar ilmu agama dan cara beribadah bagi etnis Tionghoa yang tertarik dan ingin memeluk agama Islam, serta tempat berbagi pengalaman bagi mereka yang masuk islam. PITI di Indonesia didirikan oleh Abdul Karim Oei Tjeng Jien dan Kho Goan Tjin, sebelum kemerdekaan adalah wadah pemersatu Islam Tionghoa yang dipimpin oleh Abdul Somad Yap A Siong dan Pemersatu Tionghoa (PMT) yang diketuai Kho Goan Tjin. 


Dulu organisasi yang berbasis di Medan Sumut dan Bengkulu ini masih bersifat lokal, sehingga manfaat dan greget wadah ini belum dirasakan oleh kalangan Muslin Tionghoa khususnya, maupun muslim Indonesia umumnya. “Namun di Zaman Orde Baru, Presiden saat itu melarang penggunaan kata Tionghoa. Akhirnya PITI berubah menjadi Pembina Iman Tauhid Indonesia. ‘’Namanya berubah tapi singkatannya tetap PITI,’’ lanjut Anton. Siapa yang akan menyangka Anton yang dulu pernah mengantongi kasus pembunuhan dan perampokan terbesar di Indonesia, kini menjadi Imam besar di PITI dan tepatnya Tahun 2012 lalu, melalui muktarah di Pontianak, Anton Medan terpilih menjadi ketua PITI Pusat. ‘’Saya harus katakan Alhamdullilah karena setelah ditotalkan selama 18 tahun 7 bulan menjadi penghuni penjara. Dan saya akhirnya menjadi Imam besar di PITI, dan pada waktu itu saya meminta namanya kembali menjadi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia,’’ terang Anton. Pada kesempatan itu pula Bupati Beltim, Basuri T Purnama berharap dengan dilantiknya PITI di Kabupaten Beltim akan membuat rasa persaudaraan sesama umat beragama akan semankin meningkat. Kabupaten Beltim khususnya akan mendapatkan berkah yang luar biasa. 

Selain itu Basuri juga percaya ini bukanlah suatu kebetulan, tapi rahmat bagi seluruh umat. "Tentunya dalam menjalankan roda pemerintahan diantara umat beragama tentunya kita menjalin kebersamaan, dalam satu kesatuan karena kita semua merupakan turunan dari Nabi Adam As dan Siti Hawa. Saya sangat senang atas kehadiran H. Anton Medan ke Beltim dengan tujuan mempersatukan umat beragama. Tentunya ini akan lebih baik dan merupakan rahmat serta akan mensejahterakan kita semua," ujar BasuriPengukuhan anggota Dewan Pimpinan Pusat PITI akhirnya menunjuk Alamsyah sebagai Ketua PITI Beltim dengan Wakilnya Arpandi serta 5 orang anggotanya. Selain mengukuhkan anggota Dewan PITI Beltim, kemarin juga dikukuhkan anggota Dewan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Beltim Masa Bhakti 2015-2019 dengan menunjuk Ketuanya Suyatno Taslim, beserta 72 anggotanya. Acara ditutup dengan Tausiah oleh KH Anton Medan dengan berbagai tema dan cerita yang memberikan motivasi bagi semua yang hadir. Selain dihadiri oleh Bupati Beltim Basuri T Purnama, acara pengukuhan juga dihadiri Ketua DPRD Beltim Tom Haryono Harun, Forminda, para tokoh agama, tokoh masyarakat, Ibu pengajian serta warga keturunan Tionghoa Beltim.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Kab. Beltim


Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Kapolres Beltim Turun Tangan Langsung Dalam Pembangunan Joglo

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Jum’at 20 Feb 2015 sekira pukul 07.30 Wib Kapolres Belitung Timur AKBP Nugrah Trihadi, SIK yang di dampingi oleh para Kasat dan perwira Polres Beltim serta anggota dan phl ikut turun tangan langsung dalam pembangunan Joglo. Kegiatan ini di perintahkan Kapolres langsung sesudah apel pagi, karena mengingat para pekerja yang menyelesaikan pembangunan hanya sedikit sehingga Kapolres mengajak para perwira, anggota dan phl ikut serta langsung dalam menyelesaikan pembangunan Joglo.

Selain ingin menyelesaikan pembangunan joglo Kapolres juga ingin melihat para perwira dan anggota serta phl Polres Belitung Timur bekerja sama Dalam kegiatan tersebut dan juga menjaga kebugaran kesehatan jasmani karena kegiatan ini juga melatih otot tubuh kita sendiri. Bangunan Joglo ini adalah bangunan untuk kegiatan-kegiatan Polres Belitung Timur seperti acara pisah sambut pejabatan Polres Beltim, upacara serah terima (sertijab) dan rapat – rapat interen Polres Belitung Timur.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim  

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Ritual Buang Jong Perlu Terus Dilestarikan

POLRES BELITUNG TIMUR. Gantung, untuk melestarikan tradisi Belitong, komunitas warga Suku Sawang Kecamatan Gantung bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar rangkaian prosesi ritual Buang Jong. Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 4 hari ini, dimulai dari Kamis (19/2) malam, hingga Minggu (22/2) malam. Rangkaian ini diikuti oleh komunitas Suku Sawang di seluruh Pulau Belitung. Rangkaian prosesi dimulai dengan ritual bediker. Bediker dilaksanakan selama dua hari dari Kamis hingga Jum’at (20/2) Malam. Ritual bediker ini merupakan ritual pembacaan mantra-mantra yang dipimpin oleh dukun Suku Sawang, sebagai sarana komunikasi antara manusia dalam dengan mahluk gaib. Kegiatan ini juga merupakan wadah bagi Suku Sawang untuk bertemu dengan roh leluhur mereka yang meninggal dunia. Selanjutnya ritual dilanjutkan dengan dengan ritual Kude Dareng, Jual beli Jong, Ke Pulau Taun, Mancing, Numbak Duyong, Kesenian Gajah Manunggang, Naik Tiang Jitun, dan ditutup dengan Campak Laut, Sabtu (21/2) malam. 


Dalam ritual yang diselenggarakan di Halaman perkampungan Suku Sawang Kampung Laut Desa Selinsing Gantung ini diantara penonton tampak hadir Bupati Beltim Basuri T Purnama, Sekretaris Daerah Talafuddin, pimpinan SKPD, Forkominka Gantung, serta masyarakat umum yang atusias menyaksikan berbagai ritual yang sengaja ditampilkan untuk konsumsi publik. Ritual terakhir yakni Pelepasan Buang Jong di Pantai Tanjong Mudong Gantung. Minggu (22/2) Pagi. Jong dibawa dengan menggunakan mobil untuk  diarak keliling Kota Gantong. Sesampainya di Pantai Tanjung Mudong, sebelum melarungkan jong, ritual didahuli dengan Sampan Geleng. Dalam upacara ritual ini Dukun Jong memimpin pelepasan jong. Setelah melepas Jong, di tepian pantai kaum pria Suku Sawang melampiaskan kebahagian dengan saling siram menyiram air laut.  Pemerhati Budaya Belitong, Adi Guna menjelaskan tradisi Buang Jong atau selamatan laut ini dilaksanakan guna menghormati leluhur dan keluarga yang telah mendahului mereka serta untuk menghormati penguasa laut agar mereka diberikan keselamatan saat melaut. Buang Jong berarti membuang atau melepaskan perahu kecil ke laut. 

Perahu kecil tersebut berbentuk kerangka yang di dalamnya berisikan sesajian dari "ancak" yaitu rumah-rumahan juga berbentuk kerangka yang melambangkan tempat tinggal. “Kalau seluruh ritual Buang Dua ini totalnya memakan waktu selama dua minggu, prosesi ritual dimulai sejak 8 Februari hingga 21 Februari. Yang menarik dan istimewa pada ritual tahun ini adalah ukuran Jong yang jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kenapa lebih besar, karena tahun ini banyak penumpang  yang merupakan roh halus. Roh halus ini juga merupakan leluhur mereka yang akan pergi berangkat Pulau Jengi. Pulau Jengi itu adalah tempat berlabuhnya kapal Jong, ini pulau ini gaib jadi tidak ada di peta,” jelas Adi. Pria asal Pulau Seliu Kecamatan Membalong ini menambahkan tradisi budaya ini secara turun temurun dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Suku Sawang di Kabupaten Beltim menjelang Musim Tenggare Pute (tenggara). Sekitar bulan Februari, setelah berakhirnya musim barat. Musim Tenggare ini juga bisa terjadi di bulan Agustus atau September, di mana angin dan ombak laut pada bulan tersebut sangat ganas dan mengerikan. Gejala alam seperti ini dianggap suatu pertanda bahwa Suku Sekakh sudah waktunya mengadakan persembahan kepada penguasa dewa laut lewat ritual Muang Jong. Tujuannya tak lain memohon perlindungan agar terhindar dari bencana yang akan menimpa selama mereka mengarungi lautan lepas untuk menangkap ikan.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Kab. Beltim 

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Senin, 23 Februari 2015

Polres Beltim Sambut 38 Baja Dengan Bina Tradisi

POLDA KEP. BABEL, POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, sebanyak 38 wajah baru anggota Polres Belitung Timur terdiri dari 8 orang Polwan dan 30 orang Polki mengikuti rangkaian kegiatan acara dalam rangka bina tradisi. Bina tradisi prosesi penyambutan Bintara Baru di Polres Belitung Timur yang berlangsung di Pantai Nyiur Melambai Desa Lalang Manggar. Para Bintara baru angkatan 39 tersebut, di berangkatkan dari Polda Kepulauan Bangka Belitung langsung diturunkan di depan di jalan Lepat Gadong Desa Padang Manggar. Kemudian mereka berlali menuju Polres Beltim dan diperintahkan Pembina untuk mengikuti rangkaian bina tradisi di Pantai Nyiur Melambai Manggar.

Di Pantai Nyiur Melambai di laksankannya upacara bina tradisi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Belitung Timur AKBP Nugrah Trihadi, SIK dan di dampingi oleh semluruh Perwira dan anggota Polres, secara resmi bintara baru mendapatkan bimbingan dan latihan sebelum bertugas di Polres Beltim. usai pelaksanaan upacara bina tradisi, para Bintara Remaja ini di haruskan berenang, merayap, mandi pasir pantai, berjalan bebek serta berguling dan jungkir dengan jarak sekitar seratus meter. Dari 38 bintara remaja ini ada satu anggota yang tidak hadir dikarenakan sakit.


Sebanyak 8 Polwan yang akan ditempatkan di Polsek jajaran Beltim untuk ditempatkan di unit PPA, serta yang lain juga akan ditempatkan di Polres Beltim,”ungkap Kapolres di sela rangkaian kegiatan bina tradisi di pantai Nyiur Melambai Manggar. Dengan kedatangan 38 bintara remaja ini, Kapolres berharap akan lebih meningkatkan kinerja Polres Beltim dalam hal melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat Beltim dan agar segala bentuk pelayanan masyarakat dapat berjalan sesuai harapan. Semoga mereka bisa dan mampu lebih menyesuaikan diri, kinerja di lingkungan masyarakat harapannya lebih professional. Percuma mereka siap dan hormat kepada pimpinan, namun di masyarakat mereka tidak mampu melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat,” ujar Kapolres.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim 

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Seluruh Desa Di Beltim Akan Punya Website (Destika Akan Jadi Kembang Desa di Beltim)

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, sebanyak 39 desa di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyatakan antusias untuk memiliki laman informasi atau website melalui aplikasi Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi (Destika). Website desa kawasan Destika yang akan menampung segala informasi mengenai potensi desa, keunggulan, program penuntasan kemiskinan, dan informasi tentang desa lainnya ini rencananya akan diluncurkan bulan April 2015 mendatang. Saat ini relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sedang melakukan pendampingan terhadap pemerintah desa untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dan sarana penunjang lainnya. “Saat ini kita akan mencoba mengajak teman-teman desa yang ada di Kabupaten Beltim untuk bisa mengimplementasikan aplikasi desa kawasan (Detika). Kita berharap di Bulan April nanti, kita bisa lounching aplikasi Destika sebagai salah satu aplikasi desa yang saat ini kita punya dan itu akan kita implementasikan pertama kali di Kabupaten Beltim,” ungkap Kepala Bidang Literasi Komunitas Relawan TIK Pusat Wajar Rubianto kepada Humas Beltim seusai Acara Sosialisasi Aplikasi Destika di Ruang Rapat Bupati Beltim, Selasa (17/2).

Wajar menjelaskan Aplikasi Destika merupakan gabungan dari beberapa aplikasi yang diciptakan dari kawan-kawan relawan TIK agar lebih bisa mengakomodir kebutuhan desa saat ini. Ia mengklaim keunggulan utama dari aplikasi ini adalah penyampaian informasi yang lebih akurat dan cepat. Setiap desa nantinya akan memiliki id (identitas) domain seperti burungmandi.desa.id yang akan terhubung ke berbagai aplikasi sosial media.“Begitu mereka ikut dalam gerakan ini dan memiliki web yang diinsertkan dengan Aplikasi Destika maka seluruh komponen pemerintahan dan masyakat umum akan dapat melihat informasi desa. Mulai dari data penduduk, data potensi, kegiatan, objek wisata, bahkan pemasaran kripik atau indutri rumah tangga desa semuanya ada di situ. Untuk konten dan tema-tema tiap desa juga akan berbeda,” jelas Wajar. Sebagai persiapan awal, komunitas relawan TIK Kabupaten Beltim akan melakukan pendampingan. Para relawan ini siap dipanggil untuk memberikan ilmu dan membantu relawan TIK desa masing-masing. “Semuanya free atau gratis. Bantuan dari relawan juga gak dibayar. Karena syarat untuk jadi relawan TIK dia punya waktu, dia punya mau, dia punya semangat. Gak ada tarif apa- apa yang dibebankan pada desa. Kalau pun ada kopi, teh, atau kue, kami terima kasih banget. Tujuan utama kami adalah membentuk masyarakat Indonesia yang informatif dalah hal ini membentuk masyarakat desa yang informatif,” kata Wajar.

Wajar mengaku optimis jika gerakan ini akan berkembang di Kabupaten Beltim. Dari pengalamannya melakukan pendampingan gerakan Destika ke berbagai desa di seluruh Tanah Air, Wajar menyatakan sambutan dari pemerintah desa dan Pemkab Beltim paling antusias. “Kalau di Beltim ini saya yakin akan sukses. Biasanya di daerah lain di Indonesia paling 30 persen desanya akan partisipasi ikut gerakan. Namun di sini kelihatan desa-desanya antusiasnya sangat tinggi. Bahkan mereka (para kepala desa) yang kejar kami terus. Lihat saja 39 desa langsung mendaftarkan diri untuk dibuatkan web. Kami juga jadi ikut bersemangat untuk melakukan pendampingan,” ujar Wajar.Kepala Desa Padang Kecamatan Manggar Dean Setyawan mengatakan menyambut baik gerakan Aplikasi Destika ini. Malah sebelum gerekan ini dicanangkan Pemerintah Desa Padang sudah menyiapkan dana Rp 45 juta untuk membuat website desa. “Insyalaah kami optimis dan antusias. Desa Padang juga sudah mewacanakan gerakan ini, teman-teman kades lain juga antusias. Kita sudah menyiapkan data-data untuk nanti dimasukkan ke dalam web ini. Sekarangkan sudah jamannya, semua orang pasti bisa mengoperasikannya,” pukas Dean.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Kab. Beltim 

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  
SAIL WAKATOBI BELITONG 2011, KABUPATEN BELITUNG TIMUR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA-BELITUNG