TETAP WASPADA DIMANAPUN ANDA BERADA, BELAJARLAH UNTUK LEBIH PEKA DENGAN LINGKUNGAN ANDA, SEGERA LAPORKAN JIKA ADA HAL YANG MENCURIGAKAN KEPIHAK KEPOLISIAN TERDEKAT, KAMI SIAP MELAYANI ANDA

Kamis, 18 Desember 2014

Kapolres Perintahkan Babinkamtibmas Wajib Sambang 5 Rumah Setiap Hari Untuk Bagikan Kartu Nama

POLRES BELITUNG TIMUR.  Humas Polsek Gantung, Selasa (16/12/2014) Brigadir Asep  Babinkamtibmas Desa Lilangan bersama 10 rekan Babinkamtibmas yang lainnya melaksanakan kegiatan rutinitas setiap hari yaitu kegiatan sambang Desa dan melakukan sambang kerumah-rumah warga. Sambang Desa yang merupakan tugas wajib keseharian setiap Babinkamtibmas memang sudah lama diterapkan untuk di wilayah Polres Beltim dan Polsek jajaran. Untuk di wilayah Kab.Beltim sendiri, personil sudah diterjunkan 1 orang di setiap Desa (39 Desa). Para Babinkamtibmas wajib tahu dan menampung segala aspirasi, saran dan kritik, deteksi dini gangguan yang terjadi di Desa binaannya, mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di Desa, turut berperan aktif di setiap kegiatan Desa dan kenal dengan setiap warganya.

Kali ini para Babinkamtibmas di Perintahkan langsung oleh Kapolres Beltim AKBP Nugrah Trihadi, SIK selain melakukan kegiatan sambang ke kantor Desa juga wajib menyambangi kerumah-rumah Masyarakat  minimal dalam satu hari harus ada lima Kepala Keluarga (KK) atau lima rumah yang mesti disambangi dan Babinkamtibmas juga dituntut agar lebih mengenal, dan dekat kepada semua masyarakat yang ada di Desa satu persatu mulai dari orang tuanya sampai anak-anaknya dan keluarganya. Sehingga ketika ada informasi permasalahan yang dihadapi warga setempat, Babinkamtibams sudah mengetahui dimama letak rumah warga tersebut, tidak perlu lagi mencari informasi dan bertanya-tanya yang akan banyak memakan waktu. Setiap permasalahan wajib untuk segera ditindak lanjuti, minimal Babinkamtibmas terlebih dahulu berada di Desa tersebut atau dirumah warga yang sedang menghadapi permasalahan, Polisi wajib hadir untuk menyelesaikan permasalahan setiap warga (Ungkap Kapolres).

Dalam kegiatan sambang ke rumah Warga para Babinkamtibmas juga memberikan kartu nama ke Warga dengan tujuan agar masyarakat tersebut apabila mengalami, mengetahui adanya permasalahan dirumah tangga, lingkungannya dan di Desa dapat menghubungi Babinkamtibmas, selain itu para masyarakat juga dapat melakukan komunikasi dengan para Babinkamtibmas untuk berbagi informasi atau konsultasi perihal permasalahan Kamtibmas yang ada di Desa.  Hal ini merupakan terobosan yang dicanangkan Kapolres Beltim yang ditindak lanjuti oleh Sat Binmas dengan tujuan agar Polisi dan masyarakat akan semakin terjalin hubungan yang erat dan harmonis dan Polisi benar-benar menjadi bagian dari masyarakat.

Kapolres tidak menginginkan setiap permasalahan yang ada di Desa binaan tidak mampu tercover, terdeteksi apa lagi sampai tidak diketahui oleh Babinkamtibmas. Untuk itu Babinkamtibmas di Kecamatan Gantung dan di Kecamatan Renggiang pada khususnya pada saat ini  telah melaksanakan, menindaklanjuti Program Kapolres Beltim tersebut yaitu setiap hari minimal melakukan sambang ke lima rumah Warga atau lima KK dan membagikan kartu nama Babinkamtibmas.
Penulis : M.Iqbal / Publisher Humas Res Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Senin, 15 Desember 2014

Kapolres Beltim Lantik 2 Pejabat, Khoirudin Jabat Kasat Lantas Polres Beltim

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, – Adjun Komisaris Polisi (AKP) Khoirudin HW resmi menjabat sebagai Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Belitung Timur (Beltim) seusai dilantik oleh Kapolres Beltim Adjun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nugraha Trihadi pada upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Gedung Joglo Mako Polres Beltim, Jum’at (12/12). Sedangkan jabatan lama Khoirudin selaku Kasat Bimbingan Masyarakat (Binmas) dijabat oleh AKP. Mahmud. Upacara sertijab disaksikan Wakapolres Beltim Kompol Dadang Kurniawan, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol Ridwan Raja Dewa, perwira pejabat di Polres Beltim, para Kapolsek jajaran dan personil perwakilan dari masing-masing bagian Polres Beltim serta Ketua Bhayangkari Polres Beltim dan anggota.

Dalam arahannya, Kapolres Beltim menekankan kepada pejabat yang baru saja melaksanakan sertijab dan dilantik untuk lebih mampu menunjukkan dedikasi, lebih mampu berkarya, lebih maksimal dalam melakukan terobosan-terobosan yang membangun dan positif demi meningkatkan mutu pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kab.Beltim. Setelah sekian banyak yang sudah dilakukan oleh pejabat yang lama, kepada pejabat yang baru justru dituntut jangan malah merosot nilai kinerja, tunjukkan loyalitas anda kepada Institusi bahwasannya penilaian pimpinan kepada anda sehingga amanah beban kerja organisasi Polri terhadap satuan yang akan anda pimpin bukan merupakan penilaian yang keliru. Pimpinan percaya bahwa anda mampu untuk membawa Polri semakin baik, semakin disenangi oleh masyarakat, mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sehingga akan ada warna nilai positif tersendiri yang akan diberikan oleh masyarakat jika anda mampu membuat masyarakat percaya kepada Polri,” kata Nugraha.

Nugraha juga mengungkapkan bahwa mutasi dan pergantian pejabat di lingkungan institusi Polri merupakan hal yang biasa. “Pimpinan akan terus melakukan penilaian terhadap kinerja bawahannya, siapa yang mampu untuk berkarya dengan baik dan mampu menujukkan kemampuan secara Optimal, tentu seseorang tersebut berhak untuk menduduki suatu jabatan di Isntitusi Polri. hal tersebut juga berlaku kepada seluruh personil Polri tanpa terkecuali,” ujarnya. Sementara itu Kasat Lantas Polres Beltim menyatakan dirinya akan tetap melanjutkan program kerja Kasat Lantas sebelumnya. “Saya akan melanjutkan kebijaksanaan yang lama, terus melaksanakan rencana program kerjanya. Soalnya program kerja kita sudah ada,” ungkap Khoirudin.
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Kesadaran Masyarakat Jaga Fasilitas Masih Kurang

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, – Kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas-fasilitas prasarana umum, pendidikan, dan kesehatan dirasa masih kurang khususnya yang dibangun melalui Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) dan PNPM MPd Integrasi sejak TA 2007-2014. Hal ini terlihat banyaknya fasilitas-fasilitas publik yang baru saja dibangun namun meskipun fisiknya masih bagus namun seperti terbengkalai dan bahkan beberapa seperti tidak pernah dipergunakan. Untuk itu pihak PNPM MPd akan terus mensosialisasikan tugas dan tanggungjawab menjaga sarana dan prasarana tersebut.

“Masyarakat masih belum bahkan tidak merasa memiliki terhadap prasarana sarana umum, pendidikan dan kesehatan yang sudah dibangun oleh masyarakat itu sendiri. Tidak ada sanksi yang diterapkan dan diberlakukan bagi desa-desa yang tidak melakukan pemeliharaan terhadap prasarana sarana dasar, yang dibangun pada tahun sebelumnya. Misalnya sanksi  tidak boleh berkompetisi dalam kegiatan PNPM MPd,” kata Fasilitator Teknik Kabupaten (Fastekab) PNPM MPd Belitung Timur (Beltim) Tri Haryono saat ditemui di kantornya, Jum’at (12/12). Masih menurut Tri, kurangnya pemeliharaan ini juga dikarenakan pemerintah desa beranggapan bahwa prasarana sarana hasil kegiatan PNPM Mpd tersebut bukan merupakan aset desa.

Untuk mengatasi kekurang-pedulian terhadap pemeliharaan, sejumlah langkah yang ditempuh fasilitator kecamatan dan fasilitator kabupaten bersama dengan pelaku-pelaku PNPM MPd seperti membentuk Badan Kerjasama Antar Desa, Unit Pengelola Kegiatan, Pendamping Lokal, dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Yakni, memfasilitasi pembentukan Tim Pengelola dan Pemelihara Prasarana (TP3) pada forum Musyawarah Desa Pertanggungjawaban (MDP I dan MDPj II), melatih TP3, dan melakukan sosialisasi pada para pelaku PNPM MPd di tingkat desa dan masyarakat tentang  tugas dan tanggungjawab pemeliharaan sarana prasarana hasil kegiatan PNPM MPd. “Kami akan terus mendorong sosialisasi tentang pemahaman bahwa pemeliharaan merupakan tanggungjawab pemanfaat, masyarakat, dan pemerintah desa melalui forum-forum musyawarah desa. Termasuk menilai pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana dan sarana hasil kegiatan PNPM MPd yang dibangun oleh masyarakat.

Kemudian menyampaikan atau melakukan umpan balik penilaian tersebut pada masyarakat pada forum-forum musyawarah desa. Namun yang tak kalah penting, adalah melakukan monitoring dan kunjungan sampling terhadap sarana prasarana hasil kegiatan PNPM MPd, serta berdialog dengan masyarakat pemanfaat, TP3 dan pemerintah desa untuk selalu memelihara sarana prasarana yang telah dibangun.,” ujar Tri. Tri menyebutkan total BLM PNPM MPd dan PNPM MPd Integrasi sejak tahun anggaran 2007-2014, pada kegiatan pembangunan prasarana sarana dasar, bidang pendidikan dan bidang kesehatan, jumlahnya mencapai puluhan miliar. “Total  BLM PNPM MPd sejak tahun 2007 hingga 2014 di Kabupaten Beltim, khususnya prasarana dasar sudah mencapai Rp. 3.279.896.700, bidang Pendidikan Rp. 9.421.906.850, dan bidang Kesehatan Rp.16.972.298.650. Adapun PNPM MPd Integrasi kegiatan prasarana sarana dasar mencapai Rp. 5.490.131.500, bidang pendidikan Rp. 6.568.024.500, dan bidang kesehatan Rp. 16.204.173.600,” ungkap Tri.

Di Kabupaten Beltim, jumlah kegiatan prasarana sarana dasar seperti galeri/ pasar dan tambatan perahu, penjernihan air minum pada tahun anggaran 2007 sampai tahun anggaran 2014 mencapai 19 unit, bidang pendidikan 51 unit dan bidang kesehatan 32 unit. Pada PNPM Integrasi, jumlah prasarana sarana dasar yang dimulai sejak tahun anggaran 2011 sampai tahun anggaran 2014 mencapai 33 unit, pendidikan sebanyak 31 unit dan Kesehatan 22 unit. Sedangkan jumlah kegiatan yang terdanai PNPM MPd sejak tahun anggaran 2007 sampai dengan tahun anggaran 2014 dalam bidang prasarana dan sarana dasar sebanyak 21 kegiatan, bidang pendidikan 59, dan bidang kesehatan 43 kegiatan. Khusus PNPM MPd tahun anggaran 2011 sampai tahun anggaran 2014 dalam kegiatan prasarana sarana dasar mencapai 33 unit perkegiatan, pendidikan 31 dan kesehatan 28 unit perkegiatan.
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Sabtu, 13 Desember 2014

Pemkab Beltim Beli Bus Seharga Tujuh Ratus Juta

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) pada anggaran tahun 2014 ini menambah tiga buah armada bus pariwisata. Bagian Umum & Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 2.160.000.000 untuk pengadaan ke tiga bus tersebut, dengan rincian masing-masing bus Rp. 720.000.000 per unit. “Kalau total nilai kontraknya hanya sebesar Rp. 2.044.929.000. Dari tiga bus ini, rencananya dua akan dioperasikan untuk armada menambah bus pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Satunya nanti khusus untuk operasional bupati dan tamu-tamu kedinasan yang berkunjung ke Kabupaten Beltim,” terang Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Beltim Herri Susanto saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (12/12).

Herri menjelaskan Bus Hyno dengan kapasitas 32 kursi ini dilengkapi dengan fasilitas wi-fi, karoeke, home teather, dan lain-lain. Selain untuk kegiatan kedinasan, bus juga dapat disewakan baik kepada agen pariwisata maupun masyarakat umum yang ingin mempergunakan. “Untuk harga sewanya kita belum menetapkan. Nantinya akan diatur dalam Peraturan Daerah restribusi atau Peraturan Bupati. Tujuan pengadaan bus ini agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk memajukan sektor pariwisata Beltim dan juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui restribusi sewa kendaraan,” kata Herri. Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Beltim Helly Chandra mengungkapkan dua bus yang baru dibeli awal Desember 2014 ini rencananya akan dipergunakan untuk menunjang program pariwisata hop-in-hop. Program ini akan mulai dioperasikan pada awal tahun 2015 mendatang.

Nantinya dua bus ini akan kita standbye-kan di Bandara Hanan Djoedin. Awal tahun ini kita akan mulai program Hop-in-Hop, yakni program kunjungan ke destinasi wisata yang ada di Kabupaten Beltim. Dengan cukup membeli voucer para wisatawan akan kita antarkan ke Open Pit, Bukit Pangkuan, Kelenteng, menikmati mie rebus di pasar Kelapa Kampit, Kelenteng Dwi Kwan Im, Burung Mandi, Pantai Serdang, Kedai Kopi, Sekolah Laskar Pelangi, Pice, dll,” ujar Helly. Saat ini Pemkab Beltim memiliki 4 buah bus pariwisata, tiga diantaranya berada di bawah Disbudpar dan satu di bawah Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Beltim.
Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Kab. Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  
SAIL WAKATOBI BELITONG 2011, KABUPATEN BELITUNG TIMUR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA-BELITUNG