TETAP WASPADA DIMANAPUN ANDA BERADA, BELAJARLAH UNTUK LEBIH PEKA DENGAN LINGKUNGAN ANDA, SEGERA LAPORKAN JIKA ADA HAL YANG MENCURIGAKAN KEPIHAK KEPOLISIAN TERDEKAT, KAMI SIAP MELAYANI ANDA

Rabu, 31 Agustus 2016

Polres Belitung Timur Himbau Masyarakat Agar Tidak Membakar Hutan

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Selasa 30 Agustus 2016 Atas printah langsung Kapolres Belitung Timur Bhabinkamtibmas memasang spanduk himbauan kebakaran. Spanduk himbauan ini bermaksud agar masyarakat tidak membakar hutan, lahan dan semak-semak yang ada disekitar kita karena dapat melaranggar pasal 108 UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup, pasal 197 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan Pasal 188 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kapolres Belitung Timur, menyikapi kebakaran hutan dan lahan sudah banyak terjadi di beberapa provinsi dan sudah berimbas ke Negara tetangga. Di lingkup ilmu kehutanan ada sedikit perbedaan antara istilah kebakaran hutan dan pembakaran hutan. Pembakaran identik dengan kejadian yang disengaja pada satu lokasi dan luasan yang telah ditentukan. Gunanya untuk membuka lahan, meremajakan hutan atau mengendalikan hama. Sedangkan kebakaran hutan lebih pada kejadian yang tidak disengaja dan tak terkendali. Pada prakteknya proses pembakaran bisa menjadi tidak terkendali dan memicu kebakaran. Kebakaran hutan menjadi penyumbang terbesar laju deforestasi, bahkan lebih besar dibanding konversi lahan untuk pertanian dan illegal logging.

Kebakaran hutan yang dipicu kegiatan manusia bisa diakibatkan dua hal, secara sengaja dan tidak sengaja. Kebakaran secara sengaja kebanyakan dipicu oleh pembakaran untuk membuka lahan dan pembakaran karena eksploitasi sumber daya alam. Sedangkan kebakaran tak disengaja lebih disebabkan oleh kelalaian karena tidak mematikan api unggun, pembakaran sampah, membuang puntung rokok, dan tindakan kelalaian lainnya. Di Indonesia, 99% kejadian kebakaran hutan disebabkan oleh aktivitas manusia baik sengaja maupun tidak sengaja. Hanya 1% diantaranya yang terjadi secara alamiah.4 Sejak era tahun 1980-an pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan Hutan Tanaman Industri diduga menjadi penyebab utamanya.
Penulis : Anggara Saputra / Publisher Humas Res Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Polres Beltim Turunkan 20 Personil Amankan HARGANAS Se Provinsi Kep.Babel


POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar,– Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) merupakan momentum upaya membangun karakter bangsa mewujudkan Indonesia sejahtera. Dengan Keluarga Berkarakter, Indonesia Jaya kita wujudkan semuanya bersama. Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Peringatan HARGANAS XXIII, Susy Siswari Yuslih Ihza saat membacakan pidato laporan Panitia Kegiatan Temu Kader dan Pusat Informasi dan Konseling (PIK )Remaja Rangkaian Peringatan HARGANAS, Selasa (30/8).

Peringatan HARGANAS tingkat Provinsi Kepuluan Bangka Belitung Tahun 2016 ini dipusatkan Pantai Nyiur Melambai Desa Lalang Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). “Tema dan Motto tersebut akan menjadi acuan bagi kita untuk memaknai kegiatan temu kader dan PIK Remaja kali ini. Tujuan agar setiap kader dapat membawa pesan tentang pentingnya arti keluarga bagi kehidupan setiap manusia,” kata Susy Susy yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Beltim ini mengungkapkan temu kader diselenggarakan sebagai salah penghargaan bagi para kader yang telah memberikan sumbangan yang luar biasa bagi pembangunan kependudukan keluarga berencana, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.

“Kegiatan Temu Kader ini dirancang untuk mempertemukan kader-kader KB, PKK dan kesehatan dari 7 Kabupaten/ Kota di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Sekaligus untuk mempererat persahabatan, persaudaraan, melalui uji kompetensi yang diselenggarakan,” ungkap Susy. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, Hj. Leni Rustam Efendi mengaku sangat mengapresiasi kegiatan temu kader yang dilaksanakan. Ia berharap ke depan kinerja kader KB akan semangkin baik.

“Saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung sangat mengapresiasi terhadap kegiatan temu kader ini. Sehingga kedepan akan semngakin termotivasi untuk dapat meningkatkan perannya selaku penggerak masyarakat di manapun para kader bertugas,” kata Leni. Ia juga mengungkapkan rasa bangganya tehadap prestasi yang sudah di raih oleh kader di tingkat nasional, pada acara Puncak Peringatan HARGANAS tingkat Nasional di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu. Para kader KB Provinsi Kepulauan Babel berhasil mengharumkan nama daerah dengan memperoleh 9 kategori juara, baik juara II, III, maupun juara harapan.

“Ini semua karena adanya kerjasama yang baik antara provinsi, kabupaten/ kota di dalam mempersiapkan para kader yang akan diikut sertakan dalam lomba. Semoga apa-apa yang sudah para kader berikan akan menjadi ladang amal ibadah bago [ara kader sekalian,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut panitia menggelar berbagai lomba 6 diantaranya, Lomba Menyanyikan Lagu Mars KB dan PKK, Lomba Penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB), Lomba Penyuluhan Bina Keluarga Lansia (BKL), Lomba Penyuluhan Generasi Rencana (GenRe),

Lomba Cerdas Cermat GenRe bagi Kader Bina Keluarga Remaja (BKR), Lomba Stand dan Pengemasan Produk Usaha Peningkatan Peningkatan Keluarga Sejahtera (UPPKAS). Khusus untuk lomba penyuluhan, peserta diminta menggunakan media penyuluhan sesuai dengan kearifan lokal. Selama kegiatan berlangsung, atas perintah dari Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo, SIK. MH, Polres Beltim menurunkan 20 personil gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan yang di pimpin oleh KBO Lantas Iptu Ulung Baehaki. Polisi wajib hadir dan berada ditengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan dan rasa aman, kita lebih baik mencegah dan bersama menjaga keamanan ayng sudah terbentuk dari pada kita disibukkan dengan situasi yang tidak kondusif, jangan di anggap sepele atas semua aktifitas yang berlangsung sehari-hari, Polisi wajib tahu apa ayng sedang dilakukan masyarakat (Ungkap Kapolres).
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Selasa, 30 Agustus 2016

HUT Polwan Ke-68, Polwan Polres Beltim Meriahkan Dengan Kegiatan Sosial

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, 28 Agustus 2016, sekira pukul 09.00 Wib, dalam rangka memeriahkan HUT Polwan ke-68 Tahun, Polwan Polres Beltim turut andil untuk memperingati HUT Polwan tersebut. Polwan Polres Beltim yang berjumlah 11 orang melakukan beberapa rangkaian kegiatan social yang langsung dipimpin oleh Waka Polres Beltim Kompol Yusuf RUsman, SIK yang didampingi oleh beberapa perwira Polres Beltim.

Kegiatan yang di awali dengan memberikan bantuan kepada pengurus Masjid KH.Ahmad Dahlan yang terletak di Desa Padang tebat gadong Kec.Manggar. Kemudian rombongan melanjutkan kegiatan di Simpang Dispensasi Kota Manggar dengan membagikan bingkisan cindera mata yang ditujukan kepada pengendara motor, hal tersebut bertujuan agar masyarakat dapat merasa lebih dekat dengan Polri khususnya Polwan Polres Beltim.



Di akhir kegiatan, Polwan Polres Beltim berkunjung ke panti asuhan Kec.Gantung untuk anjang sana dengan memberikan sedikit bantuan kepada pengurus panti asuhan Gantung dengan tujuan dapat memberikan manfaat bagi saudara kita yang membutuhkan. Tujuan dari seluruh rangkaian kegiatan social tersebut tidak lain adalah agar masyarakat dapat merasakan kedekatan dengan polri, bahwa Polri ada untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat (Ungkap Wakapolres). 
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim

Foto Humas Res Bettim Doc.
Read more»»  

Camat Berkomitmen Robohkan Rumah Kumuh Warga


POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, – 6 Camat di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyatakan komitmennya untuk merobohkan rumah kumuh yang akan menerima bantuan Rumah Layak Huni (RLH) Program Satam Emas 2016. Penegasan komitmen ini terkait arahan Bupati Beltim atas evaluasi RLH di tahun-tahun sebelumnya.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Camat Manggar, Marhayuni mewakili camat-camat lain saat Acara Peluncuran Program Satam Emas tahun anggaran 2016, di Ruang Rapat Badan Perancanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Beltim, Senin (29/8). Acara itu dihadiri oleh para camat, kepala desa dan pimpinan SKPD terkait “Kita sudah mewajibkan penerima manfaat program menandatangani Surat Pernyataan bersedia mengganti atau merobohkan bangunan lama yang tidak layak huni. Masyarakat intinya siap bersedia dan rela rumah kumuhnya dirobohkan,” ungkap Yuni panggilan akrab Marhayuni kepada Humas Beltim.

Yuni mengatakan saat ini pihak Kecamatan sedang menunggu Surat Keputusan (SK) nama-nama penerima bantuan RLH. Sebelumnya pihak kecamatan sudah mengajukan nama calon-calon penerima ke kabupaten untuk diverifikasi dan disetujui. “Dak ada kendala lagi, kita sudah siap tinggal nunggu tanda tangan SK Bupati sama verifikasi RAB (Rancangan Anggaran Belanja-red) dari Dinas Cipta Karya. Katanya belum ada karena masih nunggu satu kecamatan lagi yang belum ngajukan,” ujar Yuni.

Tahun anggaran 2016 ini, Kecamatan Manggar menerima total kucuran dana Rp 1 milyar dari Satam Emas. Kota Seribu Satu Warung Kopi ini rencananya akan membangun 17 RLH di anggaran induk. Pembangunan RLH akan dilakukan di seluruh desa, kecuali Desa Buku Limau. “Desa Buku Limau itu kita gak mampu buat disana, besar biayanya karena harus nyebrang laut. Soalnya anggaran untuk satu rumah kita alokasikan maksimal Rp 40 juta, kalau tambah biaya transport kapal gak masuk lagi,” kata Yuni. Sementara itu, Bupati Beltim, Yuslih Ihza mengatakan tahap awal Program Satam Emas  seluruh kecamatan akan menerima Rp 700. Setelah anggaran perubahan baru tambahan Rp 300 juta akan diberikan.

“Saya minta kepada Kepala SKPD, Camat, dan Kepala Desa se-Beltim agar dapat bekerjasama supaya program ini dapat berjalan dengan baik dan serapan anggaran dapat dilakukan optimal. Kita menilai jika program ini tidak berjalan baik maka pembangunan tidak akan efektif dan merata,” kata Yuslih. Saat membuka dan meresmikan Pelaksanaan Program Satam Emas, Yuslih kembali menekankan agar tidak ada lagi penambahan rumah kumuh di Kabupaten Beltim. Ia mengatakan program tidak akan berhasil jika rumah kumuh masih terus ada. “Pokoknya apa yang sudah saya evaluasi kemarin harus dilaksanakan. Saya tidak mau lagi mendengar ada penerima RLH masih tinggal di rumah kumuh tapi rumah yang dibangunkan malah diberikan, disewakan dan dijual ke orang lain. Itu kan keterlaluan,” tegasnya.
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

27 Veteran Beltim Dapat BLT


POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, – Raut Wajah Amir Syarifuddin (88), mantan pejuang kemerdekaan 1945 asal Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berseri-seri saat menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemkab Beltim. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Beltim, Burhanuddin, di Ruang Rapat Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Senin (29/8).

Bersama dengan 28 veteran, mantan pejuang janda pejuang, warakauri/janda warakauri lainnya, Amir menerima BLT total Rp 2 juta rupiah. Uang tersebut merupakan pembayaran BLT selama 8 bulan, tiap bulannya Ia menerima Rp 250 ribu.  “Alhamdulillah kami senang sekaligus bangga dan berterima kasih. Ini artinya masih ada perhatian pemerintah daerah kepada kami yang sudah loyo dan keriput ini,” canda Amir.

Warga Desa Mentawak Kecamatan Kelapa Kampit ini bersyukur Pemkab Beltim masih punya kepedulian dengan nasibnya dan kawan-kawan seperjuangan. Ia pun mengkisahkan bagaimana dulunya Ia berjuang bergeriliya menghadapi penjajah Jepang dan Belanda di Kecamatan Kelapa Kampit. “Biar gini kan kami punya adil saham dalam perang kemerdekaan. Tahun 41 – 48 dulu kami sembunyi di hutan-hutan Kampit itu, melawan Jepang dan Belanda. Mungkin dak banyak yang tau,” ungkap Amir.

Kakek 10 cucu dan satu cicit ini menyatakan tak pernah memperhitungkan berapa banyak santunan yang akan Ia terima, sepanjang masih ada ketulusan pemerintah membantu. Sebagai pribadi, Ia akan merasa cukup dihargai. “Jumlahnya dak jadi soal, yang penting kami bisa bertemu silaturhami dengan kawan-kawan lain dan diundang pas 17-an sama Hari Pahlawan. Kita dak banyak minta, semuanya tergantung pemerintah,” kata Amir. Sementara itu, Wakil Bupati Beltim, Burhanuddin mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesedian para mantan pejuang yang sudah menyediakan waktunya untuk hadir dalam acara tersebut. Ia menyatakan Pemerintah tak akan melupakan jasa-jasa mereka.

“Kita tak pernah lupa bagaimana bapak-bapak dulu berjuang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Mudah-mudahan nanti genarasi selanjutnya juga akan terus mengingat jasa-jasa bapak-ibu semua,” kata Aan, sapaan Burhanuddin. Ketua Pemuda Panca Marga Kabupaten Beltim ini meminta agar para penerima BLt tidak melihat jumlahnya. Ia menyatakan akan mengusahakan adanya penambhan jumlah bantuan bagi mantan pejuang. “Tolong jangan liat jumlah bantuan yang tidak seberapa ini. Kami sadar dibanding pengorbanan pejuang dulu ini gak ada apa-apanya. Nanti jika kemapuan keuangan daerah kita meningkat, kita tambah lagi,” ujar Aan.
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Amir Veteran Beltim Tak Ada Dendam Lagi


POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Decak kagum dosen dan dua mahasiswi asal Jepang dari Universitas Akita Jepang melihat seorang veteran asal Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Amir (86), menulis dengan lancar bahasa Jepang di kertas putih dengan tulisan “Selamat Datang” kepada mereka. Pertemuan yang dihadiri Wakil Bupati Beltim Burhanudin yang akrab disapa Aan tersebut tidaklah direncanakan, namun terlihat keakraban meliputi suasana di ruang kerja Wabup, Senin (29/8).

Amir terlihat gembira dalam pertemuan yang mengingatkannya pada masa lalu. Tidak ada sakit hati dan dendam saat bercerita masa lalu mengenai kekerasan fisik yang dialaminya di sekolah pada pemerintahan Jepang sebelum kemerdekaan Indonesia. “Dulu saya lancar bahasa Jepang tapi sekarang sulit karena tidak ada lawan bicara. Yang saya ingat dulu, waktu di sekolah, saya tidak ngerti bahasa Jepang langsung dipukul. Sakiiiitnya minta ampun,” ungkap Amir.

Yoshimi Miyake dosen Universitas Akita Jepang yang mendengar pengalaman Amir mengungkapkan rasa prihatinnya pada saat dulu tentara Jepang menjajah Indonesia. “Tentara Jepang sangat kejam ya?” tanya Yoshimi. “Iya, sangat kejam karena banyak saya lihat orang berperang yang mati pada penjajahan Jepang tapi saya tidak dendam,” ujar Amir. Yoshimi menyampaikan bahwa kedatangannya ke Beltim adalah untuk mempelajari sosial budaya adat Belitong serta melihat keindahan alamnya.

“Kami ke Beltim untuk mempelajari sosial budaya Indonesia. Laut Belitung Timur ini ternyata sangat indah dan penduduknya ramah dan santun,” kata Yoshimi mengungkapkan kekagumannya. Begitu juga  Aan sangat senang kedatangan dua orang veteran, dosen dan mahasiswa asal Jepang tersebut. “Saya senang mahasiswa  Jepang berkunjung ke Beltim dan mempelajari sosial budaya Indonesia khususnya Belitong. Inilah budaya kami yang sangat menghargai siapapun yang datang.Walaupun pada pemerintahan Jepang terkenal kejam, tentu ada positif negatifnya, kita ambil positifnya yakni saat ini kami membuka lahan pertanian untuk masyarakat,” kata Aan.
Penulis : Devi Pra Putra, SH / Publisher Humas Res Beltim / Sumber Humas Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  

Jumat, 17 Juni 2016

Polres Beltim Dan Tim Gabungan Amankan Ratusan Kosmetik Ilegal

POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, – Tim Gabungan Perlindungan Konsumen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) dan Satuan Narkoba Polres Beltim mengamankan 128 jenis kosmetik ilegal dari salah satu toko klontong di kawasan Pasar Kota Manggar, Rabu (15/6).

Mayoritas produk kecantikan asal luar dan dalam negeri ini disita karena tidak mengantongi izin edar di Indonesia serta tidak memiliki izin dari Badan Pengawasan Obat & Makanan (BPOM) RI. Beberapa produk bahkan ada yang mengandung bahan mercury dan berbahaya lainnya. Selain itu ada pula yang yang tidak memiliki kemasan dan sudah lewat tanggal kadaluarsa.

Meski banyak produk kosmetiknya ilegal untuk dipasarkan, pemilik toko klontong, Pau (35) mengaku tidak tau menau tentang bagaimana legalitas  setiap produknya. Produk-produk ini ditaroh begitu saja di lemari display toko dan siap dipasarkan kepada konsumen. Ia hanya pasrah saat anggota satuan Narkoba mengangkut ratusan dagangannya.

“Ya terima saja, kan dak tau. Saya lihat biasa dipajang di toko-toko Jakarta, saya pikir gak apa-apa,” ungkapnya saat ditanya Humas Beltim kenapa berani menjual produk tak berizin. Pau menyatakan jika kebanyakan produk luar negerinya berasal dari Taiwan dan Korea Selatan. Produk-produk ini dikirim oleh keluarga dan koleganya tanpa tahu bahwa peredaran produk tidak memiliki izin di Indonesia.

“Kalau yang luar negeri itu dikirimin, kan gak tau mereka mana yang boleh mana yang tidak. Jumlahnya cuman sedikit karena untuk sampel saja. Kalau lokal itu beli di Jalan Pramuka ma Jaksa di Jakarta,” terang Pau. Penyitaan produk-produk kecantikan ini merupakan hasil operasi Razia Makanan, Minuman, dan Obat Kadaluarsa di Kabupaten Beltim. Selain kosmetik tim juga memonitor kondisi makanan, minuman, dan obat-obatan yang dijual di agen, supermarket, dan toko-toko klontong di Kecamatan Manggar.

Kepala Satuan Narkoba Polres Beltim, AKP. Antonius Sinaga seizin Kapolres Beltim, AKBP. Nono Wardoyo mengatakan razia produk makanan dan minuman kadaluarsa merupakan kegiatan rutin menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini untuk mengantisiapasi produk makanan, minuman, obat-obatan, serta lain-lainya yang sudah lewat waktu kadaluarsa. “Ini kegiatan rutin kita bersama dengan Pemkab Beltim. Kita ingin menciptakan kondisi dimana masyarakat menjadi lebih tenang saat beribadah dan mengkonsumsi makanan minuman khususnya menjelang hari raya,” ujar Anton.

Menurut Mantan Kapolsek Kelapa Kampit ini jika di lapangan ditemui makanan-minuman yang sudah kadaluarsa tapi masih ditaroh maka tim akan memberikan peringatan teguran dan meminta agar pemilik toko untuk tidak lagi menjual produk tersebut. Terkait pengamanan produk kosmetik oleh timnya, Ia mengungkapkan baru sebatas penyitaan produk dan permintaan keterangan dari pemilik toko. Namun tidak menutup kemungkinan, jika dalam penyidikan didapati unsur-unsur kesengajaan maka akan status akan ditingkatkan.

“Kita amankan dulu 128 jenis kosmetik ini yang kita temukan ini di Polres. Pemilik toko kita panggil untuk dimintai keterangan. Saat ini cuma sebatas itu saja,” kata Anton.
Penulis : Humas Beltim / Publisher Humas Res Beltim

Foto Humas Res Beltim Doc.
Read more»»  
SAIL WAKATOBI BELITONG 2011, KABUPATEN BELITUNG TIMUR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA-BELITUNG